MUSIK memiliki banyak manfaat dalam segala hal. Tidak
saja merilekskan pikiran, tapi juga menghilangkan kejenuhan hingga
mendukung pengobatan.
Sebuah penelitian menunjukkan, otak
merespons musik dan menganggapnya seolah-olah obat. Hal inilah yang
disinyalir membuat otak dapat kembali mengatur beberapa fungsi tubuh,
mengsinkronisasi keterampilan motorik, merangsang pikiran, dan dapat
membuat otak lebih cerdas.
Manfaat mendengar musik sebagai terapi
pengobatan dibuktikan seorang penderita stroke berusia 79 tahun yang
kembali belajar berjalan dengan mengikuti irama dari sebuah lagu himne
berjudul Battle Hymn of the Republic. Seorang wanita yang
memiliki insomnia mengerikan pun dapat kembali menikmati mimpi indah
saat melewati tidur malam berkat sebuah lagu klasik milik Johann
Pachelbel, berjudul Canon in D.
Dalam unit perawatan
intensif rumah sakit, pasien yang menggunakan ventilator dan
mendengarkan musik pilihan mereka mengaku benar-benar merasakan rileks,
sementara mereka yang tidak mendengar musik merasa lebih tegang.
Manfaat
terbaik dari penggunaan musik sebagai terapi pengobatan, yakni Anda
tidak perlu mengambil resep ke toko musik, dan bahkan tidak harus repot
pergi ke toko musik sama sekali. Anda hanya perlu menyiapkan koleksi
musik-musik Anda yang ada dan menikmatinya.
"Bertahun-tahun
penelitian menunjukkan bahwa tidak ada resep yang ditetapkan, tidak ada
bagian tertentu dari musik yang akan membuat semua orang merasa lebih
baik atau lebih santai," kata Suzanne Hanser, EdD, Ketua Departemen
Terapi Musik di Berklee College of Music dan seorang terapis musik di
Dana-Farber Cancer Institute, Boston, sebagaimana dilansir Prevention.
Hanser
menjelaskan bahwa yang terpenting dari terapi musik ini ialah pilihan
musik yang didengar. Pasien memiliki rasa keakraban dengan musik yang
didengar dan kenyamanan dengan selera musik yang dipilih. Selain itu,
jenis kenangan yang baik, perasaan nyaman yang timbul dari mendengarkan
musik yang dipilih dapat menstimulasi otak. Untuk mengetahui lebih jelas
mengenai manfaat musik, berikut ini beberapa di antaranya:
- Mengelola rasa sakit.
- Meningkatkan suasana hati dan mobilitas orang dengan penyakit Parkinson.
- Mengurangi kebutuhan akan obat penenang dan penghilang rasa sakit selama dan setelah operasi.
- Mengurangi mual selama kemoterapi.
- Membantu pasien berpartisipasi dalam perawatan medis yang lebih pendek di rumah sakit.
- Mengurangi kecemasan.
- Menurunkan tekanan darah.
- Meredakan depresi.
- Meningkatkan konsentrasi dan kreativitas. (ind) (tty)
http://health.okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar